
18.37.00

Alip Vancho
Oleh : Mohd Khalid, S.th.i (alip Vancho)
15-Jun-2009, 04:43:28 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia - Merangin Jambi. Merangin berkabung, salah seorang ulama Besar di Kabupaten Merangin KH. Sibawaihi meninggal dunia diusianya ke-86 tahun. Semasa hidupnya, orang tua dari Drs. Ahmad Tarmizi. MHI (Dosen IAIN STS Jambi) itu, Sosok yang dikenal sebagai ulama Merangin dan Jambi ini dengan ilmu teologinya, dia mampu mengembangkan teologi dan akidah di Pondok Pesantrennya. Pimpinan Ponpes Haqqul Yaqin ini meninggalkan seorang istri, 9 anak dan 29 cucu, selama hayatnya sosok yang dikenal tegas ini selalu menyampaikan pesan supaya umat Islam tak keluar dari koridor akhlak dan tauhidnya. Beliau pun dikenal non organisasi, tidak memihak atau masuk salah satu organisasi Islam maupun politik. Namun begitu, dia diakui sebagai ulama besar yang dekat dengan para pejabat sebagai Penasehat spritual Keagamaan, sebut saja seperti Bupati Kabupaten Saralangun Drs. H. Hasan Basri Agus, yang juga anak angkat almarhum. Kiprahnya sebagai Pimpinan Ponpes Haqqul Yaqin ini yang didirikannya pada tahun 1990. Sosok yang dinilai ahli ibadah oleh masyarakat ini meninggal dunia di kediamannya pukul 11.05 WIB. Selama ini, dia memiliki penyakit komplikasi diusia tuanya.Dalam ajarannya yang selalu dikatakan kepada anak, cucu dan muridnya, KH Sibawaihi selalu menegaskan supaya lembaga Islam menegakan ketegasan hukum Islam dan dia selalu menyatakan penolakannya pada ajaran sesat yang mengaku Islam tapi menyimpang dari tahuid. Hadir pada saat pemakaman, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Merangin KH. Satar Saleh dan para ulama setempat dan juga hadir Pimpinan Pondok Pesantren seperti KH. Fauzi Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jalal Kabupaten Tebo, Drs. A. Kadir Pimpinan Pondok Pesantren Azzakariyah Merangin. Alm. KH Sibawaihi disolatkan oleh para ulama, pejabat seperti Sekda Kabupaten Merangin Drs. H. Khafied Muin, dan ratusan masyarakat beserta santri, di Musholla di lingkungan Pondok Pesantren yang dipimpinnya.Dijelaskan putra kesembilannya Alm, M. Asyur kepada Pewarta Kabar Indonesia, Minggu (14/6) siang, ayahandanya meninggal ini memberi wasiat untuk mengembangkan terus dunia pendidikan. " Kami akan antusias terus mengembangkan dunia pondok pesantren ini," ujarnya.(*)
Sumber : http://www.kabarindonesia.com

18.28.00

Alip Vancho
UN Paket C di Kecamatan Renah Pembarap Rampung
KabarIndonesia - Sebanyak 96 Warga Belajar Program Kesetaraan Paket C Setara SMA di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tri Sakti dan Sungai Panco Kecamatan Renah Pembarap selesai mengikuti Ujian Nasional (UN) Jumat (26/6) dan berjalan lancar. Ketua Pengelola PKBM Tri Sakti Anas mengatakan, tercatat sebanyak 96 orang yang telah mengikuti Ujian Nasional ini merupakan warga belajar dua PKBM yakni PKBM Tri Sakti Simpang Parit dan PKBM Sungai Panco Desa Muara Panco Barat, dan sebanyak 20 orang yang mengikuti pada tahun ini adalah peserta yang gagal pada ujian nasional Paket C Setara SMA tahun 2008. Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Kecamatan Renah Pembarap, A. Rasyid menyebutkan sebanyak 96 orang warga belajar yang telah mengikuti Ujian ini berasal dari siswa yang ikut kelas reguler paket C atau pun siswa yang tidak lulus tahun sebelumnya, Ungkapnya kepada Pewarta Kabar Indonesia setelah selesai acara Penutupan Pelaksanaan Ujian Nasional Paket C setara SMA, di SMP Negeri 40 Merangin Muara Panco."Kami merasa bersyukur sebanyak 96 warga belajar Program Kesetaraan Paket C Setara SMA di Kecamatan Renah Pembarap ini telah selesai dan berjalan lancar dalam mengikuti Ujian Nasional tanpa ada suatu permasalahan, dan mengharapkan peserta yang telah selesai mengikuti ujian ini berhasil dan lulus semua," ujarnya. (*)
Sumber :
http://www.kabarindonesia.com/

00.06.00

Alip Vancho
Oleh : Mohd Khalid 27-Mei-2009, [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia - BANGKO JAMBI. Para petani duku di Desa Muara Panco Barat Kabupaten Merangin Jambi dan sekitarnya di Renah Pembarab Kabupaten Merangin akhir-akhir mengeluh. Pasalnya, mereka yang baru mendapat sertifikasi nasional, tapi tanaman duku mereka malah diserang hama. Bahkan sudah puluhan batang duku milik warga yang mati dan batangnya diserang penggerek batang. Padahal baru saja 2009 ini, Duku Muaropanco yang manis dan harum mendapat Sertifikasi Prioritas Unggul dari menteri Pertanian RI.''Petani duku mengeluhkan banyaknya batang duku mereka yang mati,'' kata Alip Vancho, Ketua Karang Taruna Muaropanco kepada iKabar Indonesia, di Bangko.Menurut dia, puluhan batang duku diserang hama penyakit dan mati tersebut belum diketahui secara pasti penyebabnya Apalagi petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Merangin sama sekali belum turun ke lokasi. ''Kemungkinan dipicu adanya ulat penggerek batang. Buktinya, batang duku, baik yang usia ratusan tahun dan yang masih muda sudah banyak yang rusak batangnya, karena dimakan ulat,'' tutur warga lainnya. Sedangkan Ketua Karang Taruna desa Muara Panco Barat sudah melayangkan surat resmi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Merangin, soal adanya serangan hama terhadap batang duku akhir-akhir ini, tapi belum ada juga petugas yang turun untuk melihat dan mengobatinya. ''Sepertinya petani hanya bisa pasrah, menerima cobaan ini,” katanya.Tak begitu resahnya warga, lanjutnya, lantaran saat sekarang ini tidak ada duku yang berbuah ataupun berbunga. Tapi jika sedang berbunga atau berbuah, lalu diserang hama, maka sudah banyak warga yang panik. Apalagi semua masyarakat di Muaropanco dan sekitarnya memiliki pohon duku.Sementara jumlah batang duku di Muaropanco mencapai 37.900 batang atau sekitar 25.350 batang sudah produksi. “Kalau duku berbuah, sudah banyak dari luar daerah yang langsung membeli duku di Muaropanco ini. Pendapatan petani duku juga meningkat,” kata Alip Vancho. Sumber
http://kabarindonesia.com/