Selamat Datang Di Blog Alip Vancho

Senin, 11 Januari 2010

Mau Membuat Warung Internet Sendiri?

Teknologi Warung Internet harus di akui merupakan teknologi andalan dalam memberikan alternatif akses Internet yang murah bagi banyak orang. Secara umum ada dua (2) hal utama yang perlu diperhatikan dalam membangun Warung Internet, yaitu (1) sisi bisnis / manajemen WARNET dan (2) sisi teknologi WARNET. Saya sangat sarankan untuk ikut secara aktif monitoring mailing list yang berkaitan dengan per-warnet-an di Internet, seperti asosiasi-warnet@yahoogroups.com, asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com, asosiasiwarnetbandung@yahoogroups.com, kowaba@yahoogroups.com dsb. Maupun berbagai mailing list yang berkaitan dengan teknologi informasi, seperti it-center@yahoogroups.com, linux-setup@linux.or.id, linux-admin@linux.or.id dsb.
Dari sisi bisnis / manajemen WARNET, isu yang ada biasanya berkisar masalah Marketing, Promosi, Usaha Memperoleh Pelanggan, Jangan pernah berkonsentrasi pada teknis karena pada akhirnya sense bisnis menjadi faktor penentu keberhasilan pendapatan anda.
Isu utama yang biasanya menjadi kunci adalah bisnis plan sebuah WARNET, sebagian besar orang sangat gamang karena belum / tidak mempunyai patokan yang pasti tentang bisnis plan WARNET. Sebetulnya saya sudah pernah membuatkan bisnis plan WARNET dalam bentuk file Excel yang dapat di ubah-ubah angka-nya di sesuaikan dengan kondisi di lapangan. File bisnis plan tersebut maupun berbagai informasi tentang WARNET bisa di ambil secara cuma-cuma di http://www.detik.com/net/kolom-warnet/ dan http://www.bogor.net/idkf/fisik/warung-internet/. Komponen dalam bisnis plan tidak banyak sebetulnya, yaitu (1) investasi yang biasanya sekitar Rp. 4 juta-an / PC, (2) biaya operasional yang biasanya akan banyak di habiskan dengan membayar Telkom & ISP selain membayar pegawai, listrik dsb. dan (3) tarif.
Bagi anda yang bisa menghayati usaha WARNET maka sebetulnya sense bisnis-nya sederhana sekali, yaitu:


  • Letakan WARNET di tempat yang banyak orang, terutama orang muda.


  • Semakin banyak komputer yang digunakan, semakin murah tarif, semakin cepat balik modal.


  • Batas minimal komputer yang feasible untuk akses Web sekitar 5 komputer jika menggunakan sambungan telepon dial-up.
Khusus untuk WARNET di sekolah-sekolah / di universitas yang kecil, ada beberapa tip sederhana yang perlu diperhatikan juga, yaitu:


  • Kalau bisa siswa membayar langsung dari SPP.


  • Melibatkan siswa dalam pengelolaan WARNET supaya ada rasa memiliki diantara siswa selain membantu siswa belajar teknologi lebih dalam.


  • Tutup akses Web & chatting, gunakan e-mail sebagai media komunikasi utama di Internet. Biasanya sekolah tidak sadar bahwa akses Web akan menghabiskan pulsa paling banyak & paling mahal untuk membayar Telkom.
Sebagai gambaran umum, untuk sekolah dengan siswa 700 orang, sebagai gambaran umum biaya yang perlu di keluarkan adalah sekitar Rp. 40 juta-an untuk fasilitas WARNET dengan 10 buah komputer. Kelihatannya mahal, padahal tidak sama sekali. Biaya akses e-mail per bulan yang perlu dikeluarkan untuk Telkom & ISP sekitar Rp. 500.000. Akses Web & Chatting sengaja di tutup jika kepala sekolah, guru & yayasan tidak yakin bahwa siswa mampu menjaga diri-nya melakukan surfing di Internet untuk tidak masuk ke situs yang tidak baik.
Modal akan kembali dalam waktu kurang dari satu tahun, jika setiap siswa bersedia untuk membayar tambahan SPP Rp. 3000 / bulan / siswa. Sebuah investasi yang kecil & kemungkinan kembali yang pasti. Di samping itu, biaya Rp. 3000 / siswa / bulan sebetulnya termasuk sedikit sekali, praktis cukup dapat dipenuhi dengan ceria oleh para siswa. Mohon diperhatikan bahwa untuk Rp. 3000 / bulan / siswa ini para siswa hanya dapat menikmati fasilitas e-mail di Interet. Sedangkan Web harus membayar tambahan sekitar Rp. 3500-5000 / jam seperti WARNET biasa, atau jika operator WARNET cukup kreatif, dapat juga sebagian Web di akses melalui CD-ROM lokal. Selanjutnya jika sudah lebih dari satu tahun & sudah balik modal, keuntungan yang diperoleh bisa terus dikembangkan untuk membeli komputer tambahan untuk fasilitas akses Internet agar lebih baik & mudah bagi para siswa.


Dari sisi teknologi Warung Internet, ada beberapa isu besar yang perlu diperhatikan. Secara umum topologi sederhana sebuah WARNET konvensional tampak pada gambar. WARNET terdiri dari sebuah Local Area Network (LAN) yang tersambung ke Internet melalui sebuah gateway yang kadang-kadang juga berfungsi sebagai server. Pada tingkat yang lebih kompleks, konsep ini dapat dikembangkan dengan mudah untuk menyambungkan jaringan di kompleks perumahan (untuk membuat RT/RW-net), di kompleks pertokoan, kompleks perkantoran, di sekolah-sekolah, di kampus-kampus yang pada akhirnya memungkinkan orang Indonesia untuk akses ke Internet dengan biaya yang sangat murah.


Teknik Local Area Network (LAN) relatif cukup mapan, biasanya WARNET menggunakan topologi Bus dengan ethernet 100BaseT yang murah di pasaran pada kecepatan 100Mbps di LAN. Ethernet Card yang baik bisa diperoleh sekitar Rp. 150.000 / card sebaiknya jangan membeli yang murah sekali (sekitar Rp. 70.000-an) karena biasanya jelek. Pada Kampus Network, Kompleks Perumahan, Kompleks Perkantoran tentunya teknik yang digunakan semakin kompleks.


Sambungan jarak jauh dari WARNET ke ISP maupun ke Internet internasional mempunyai variasi yang cukup banyak. Teknik yang paling murah adalah menggunakan dial-up melalui kabel telepon milik Telkom ke ISP lokal. Teknik sederhana ini persis sama dengan pola yang kita pakai untuk akses internet di rumah-rumah. Kecepatan maksimum di Indonesia umumnya sekitar 33.6Kbps karena jaringan Telkom yang ada kualitasnya tidak baik. Biaya akses per bulan yang dikeluarkan bagi WARNET yang cukup aktif menggunakan saluran dial-up ini adalah sekitar Rp. 2.5 juta / bulan dengan kecepatan akses 33.6Kbps yang akhirnya membatasi jumlah komputer yang bisa akses beramai-ramai sekitar 7-10 komputer saja.


Bagi sebagian WARNET, kompleks perkantoran, kompleks perumahan yang lebih maju umumnya mereka tidak lagi menggunakan Telkom karena selain kualitas jaringannnya kurang baik, kecepatan akses-nya juga lambat yang semua mengurangi profit WARNET. Teman-teman yang lebih maju ini umumnya menggunakan peralatan microwave buatan sendiri di frekuensi 2.4GHz, beberapa bereksperimen juga di frekuensi 5.8GHz yang terakhir ada beberapa rekan yang juga mencoba menggunakan gelombang cahaya infra merah di antara beberapa gedung di Jakarta. Kecepatan pengiriman dapat menggunakan peralatan microwave / cahaya infra merah ini cukup menakjubkan sekitar 2-11Mbps yang jauh lebih tinggi dibandingkan Telkom. Jika di paksakan menggunakan gelombang infra merah dapat mencapai kecepatan 155Mbps.


Rekan-rekan WARNET di Bandung, saat ini cukup nekad karena membangun sendiri stasiun bumi untuk akses ke Internet secara langsung pada kecepatan 1Mbps yang kemudian di distribusikan menggunakan microwave di 2.4GHz pada kecepatan 11Mbps. Seluruh infrastruktur menjadi beban biaya sekitar beberapa puluh WARNET sekitar Rp. 4-5.5 juta / bulan / WARNET. Cukup murah mengingat kecepatan yang bisa di capai adalah 1Mbps ke Internet dan 11Mbps antar WARNET.


Pada kesempatan lain akan saya coba jelaskan lagi lebih detail teknologi Warung Internet tersebut. Saya sarankan kalau bisa aktif di berbagai mailing list WARNET maupun mengambil informasi tentang WARNET di http://www.bogor.net/idkf yang gratisan.

Sabtu, 28 November 2009

Berita

Desa Muara Panco Musim Panen Besar Buah Durian
___________________________________
Oleh : Mohd Khalid, S.th.i (alip Vancho) | 12-Nov-2009, 02:19:47 WIB
KabarIndonesia - Ketika tiba musim durian Suasana di kebun durian rakyat di Desa Muara Panco Barat, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, saat musim durian sepertinya lebih ramai di bawah pohon durian daripada pemukiman penduduk. Durian Desa Muara Panco ini sangat terkenal di Provinsi Jambi, dikenal sebagai durian rasanya enak dan baunya wangi. Desa Muara Panco Barat dikenal sebagai sentra penghasil buah durian dan duku.

Desa ini dihuni sekitar tiga ribu jiwa. Mayoritas penduduknya adalah petani. Tiap keluarga sedikitnya memiliki satu sampai puluhan batang pohon durian dan duku.
Bulan November hingga Desember 2009 merupakan musim panen besar durian di desa ini dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.
Kesibukan warga membawa buah durian dengan sepeda motor dan mobil merupakan pemandangan biasa sehari–hari.
Durian yang dipanen warga merupakan durian jatuhan, atau durian yang telah matang di pohon. Karena itu, bila musim durian, para petani di desa ini menjaga batang duriannya siang dan malam, menunggu buah durian jatuh ke tanah. Untuk menunggu durian jatuh, petani membuat gubuk di bawah batang durian. Durian kemudian dijual ke pedagang pengumpul, yang membawanya ke berbagai kota. Seperti ke Pasar Bangko, Pasar Sungai Penuh, dan Pasar Jambi bahkan hingga keluar provinsi Jambi seperti Pekan Baru, Medan dan Palembang.
Sofwan merupakan satu dari para pedagang durian di pinggir jalan di desa ini yang dijumpai Pewarta Kabar Indonesia. Dia telah berdagang durian sejak sepuluh tahun lalu, Saat musim durian, setiap harinya dia mengirim dua ribu hingga tiga ribu buah durian ke kota dan tujuan lainnya.

Buah durian dijual yang dijual masyarakat berdasarkan ukuran dan kualitasnya. Mulai dari kualitas biasa hingga kualitas super. Harganya bervariasi mulai dari dua ribu rupiah hingga sepuluh ribu rupiah per buah.
Nah, jika anda sedang berkunjung ke Jambi, tidak ada salahnya mampir ke desa ini. Untuk sekedar merasakan nikmatnya makan durian. Dan harganya pun tentu saja sangat murah, dibandingkan harga durian di kota. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:

Rabu, 08 Juli 2009

Berita Harian Online Kabar Indonesia

Keharuan dan Kebanggaan Masyarakat Merangin Menyambut Piala Adipura
Oleh : Mohd Khalid, S.th.i (alip Vancho)
KabarIndonesia - Jambi Merangin, Belum genap satu tahun, kepemimpinan Drs. H. Nalim, MM bersama Drs. H Hasan Basri Harun menjadi Bupati dan Wakil Bupati Merangin Provinsi Jambi telah mulai nampak jelas. Karena sudah banyak mengukir prestasi.Dibawah kepemimpinan H. Nalim H. Hasan Basri Harun telah berhasil memboyong Piala Adipura 2009. Piala Adipura yang diserahkan langsung Presiden RI H Susilo Bambang Yudoyono dan diterima Bupati Merangin Drs. H. Nalim, MM di istana Negara dalam acara kenegaraan pada Jum'at (5/6).‘’Piala Adipura ini adalah prestise bagi Kabupaten Merangin, tentunya. Pemkab Merangin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan partisifasi sehingga Kabupaten Merangin menerima piala Adipura 2009,’’ ucap Bupati Merangin.Dengan Harapan ke depan, lanjut Bupati, mari kita bersama-sama menjaga dan memilihara kebersihan lingkungan masing-masing, sehingga mampu mempertahankan piala adipura dimasa mendatang.Pada hari senin (8/6) piala Adipura yang diraih Kabupaten Merangin, diarakkan menuju kecamatan-kecamatan dalam kabupaten Merangin, dimulai tepatnya di Desa Kubang Ujo Kecamatan Pamenang. setelah disambut oleh para pejabat dilingkungan Pemkab Merangin. Selanjutnya dilakukan pawai arak-arakan melewati jalan lintas Sumatera mulai dari Kecamatan Pamenang, Pamenang Barat, masuk Kota Bangko, Tabir Lintas, Rantau Panjang Tabir kembali ke Kota Bangko dan terus ke Kecamatan Sungai Manau dan kembali ke Bangko.Arak-arakan piala adipura yang diikuti puluhan mobil-mobil Dinas Pemkab Merangin tentu saja membuat mata warga di sepanjang jalan yang dilewati Rombongan apalagi jalan Menuju Kecamatan Sungai Manau pandangan masyarakat tertuju kepada piala dan rombongan. Apalagi arak-arakan tersebut memang sudah ditunggu oleh Masyarakat berjam-jam dipinggir jalan untuk melihat dan menyaksikan bukti keberhasilan Kabupaten Merangin."Kami merasa bangga dan terharu setelah melihat piala adipura yang diraih oleh Kabupaten Merangin, sebagai bukti keberhasilan awal dibawah kepemimpinan Bapak H. Nalim" ungkap Masyarakat Desa Muara Panco Barat setelah menyaksikan pawai arakan tersebut.(*)
Sumber : http://www.kabarindonesia.com

Photobucket
IP
TARIMO KASIH ATAS KUNJUNGAN NYO
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting